...
Untuk alasan yang tidak bisa dijelaskan, aku punya perasaan aneh yang mengatakan bahwa aku adalah magnet bagi pria bertunangan, bujang yang memiliki kekasih, lelaki beristri. Lebih jauh lagi, aku merasa bahwa takdirku adalah menjadi istri kedua. Hah. Aneh betul perasaan ini, seperti pikiran orang gila saja, namun jauh didalam hatiku, aku sering ragu mengiyakannya.
Ketika aku mengutarakan pikiran gilaku pada Ibu, beliau mencubitku keras sekali sampai lenganku memerah sakit. Saat aku 'curhat' pada adikku, kepalaku ditoyor konyol sebelum ceritaku habis. Waktu aku katakan kepada sahabatku, dia mengucapkan istigfar berulang ulang dan ribut menyuruhku mengikuti lafaz zikirnya. Hehe. Sungguh, lucu sekali melihat reaksi panik orang-orang tercinta ku ini. Aku masih tak habis pikir, kenapa mereka panik? Memangnya, apa yang perlu sedemikian ditakutkan dari jalan nasib menjadi 'yang kedua'?
...
Thursday, December 16, 2010
Thursday, December 09, 2010
Makassar in My Heart
I know, there are times and moments in our life that we'll never could ever explained.
It hits me whenever I try to draw a bigger picture about the time I've been spending in Makassar. I've been experiencing something over my expectation.
Now I've left the city so far away, by miles, by time and spaces. Just everytime I hear anyone around speak the word, Makassar, I don't know why, l suddenly feel like I'm this big old house with many doors around, and that word's just like a super key that could open any door in me. Whatever door the key want to open.
Anytime.
A brain leakage. A memory flood.
It hits me whenever I try to draw a bigger picture about the time I've been spending in Makassar. I've been experiencing something over my expectation.
Now I've left the city so far away, by miles, by time and spaces. Just everytime I hear anyone around speak the word, Makassar, I don't know why, l suddenly feel like I'm this big old house with many doors around, and that word's just like a super key that could open any door in me. Whatever door the key want to open.
Anytime.
A brain leakage. A memory flood.
Wednesday, December 01, 2010
Thursday, November 25, 2010
Wednesday, November 10, 2010
Buku Baru
Yaaiy! Akhirnya, the famous Kim Dong Hwa's series nyampe juga. Asiik. Ga sabar menunggu weekend, mudah-mudahan ga ada agenda mendadak untuk berubah sejenak menjadi sosialita lagi. Hehe. Sok.
I hope that I can spend this weekend by the bed, some delicious snacks and hundreds of jazz songs.
I hope that I can spend this weekend by the bed, some delicious snacks and hundreds of jazz songs.
Tuesday, November 09, 2010
Wow. 2010 it is!
2007. 2008. 2009. Meninggalkan blog ini tanpa jejak postingan apapun. Hebaaaat. takjub sendiri memikirkan betapa banyak hal yang sudah terlewati sejak saat itu. Hm.
Dan hari ini, persis hari pahlawan nasional Indonesia, 10 November 2010 yang tadi pagi diperingati pas upacara pagi (btw, angkanya cantik deh, 10-11-10), aku ingin merayakan hari ini pula sebagai momen kepahlawanan untuk diri sendiri. Upgrading performance of this blog. Menulis postingan baru. Merayakan semangat dan visi-misi baru. Tujuan baru. Cita-cita baru. Semuanyaaa untuk kehidupan baru yang lebih baik. Amiin.
Kilas balik sejenak ke hari-hari kemarin, waktu-waktu telah lewat, bukankah menakjubkan waktu-waktu yang telah berhasil aku lewati? Naik turun ritme kehidupan, romantisme yang tidak kunjung jelas arahnya kemana. Ah, aku hanya ingin menjalani ini semua, waktu hidup ini, tanpa banyak bertanya lagi. Aku ingin menikmati saja tanpa harus memusingkan pikiran dengan tuntutan dan keinginan macam-macam lagi.
Aku, hanya ingin semuanya berarti kebahagiaan. Apapun bentuknya, bagaimanapun wujudnya. Bismillah.
Dan hari ini, persis hari pahlawan nasional Indonesia, 10 November 2010 yang tadi pagi diperingati pas upacara pagi (btw, angkanya cantik deh, 10-11-10), aku ingin merayakan hari ini pula sebagai momen kepahlawanan untuk diri sendiri. Upgrading performance of this blog. Menulis postingan baru. Merayakan semangat dan visi-misi baru. Tujuan baru. Cita-cita baru. Semuanyaaa untuk kehidupan baru yang lebih baik. Amiin.
Kilas balik sejenak ke hari-hari kemarin, waktu-waktu telah lewat, bukankah menakjubkan waktu-waktu yang telah berhasil aku lewati? Naik turun ritme kehidupan, romantisme yang tidak kunjung jelas arahnya kemana. Ah, aku hanya ingin menjalani ini semua, waktu hidup ini, tanpa banyak bertanya lagi. Aku ingin menikmati saja tanpa harus memusingkan pikiran dengan tuntutan dan keinginan macam-macam lagi.
Aku, hanya ingin semuanya berarti kebahagiaan. Apapun bentuknya, bagaimanapun wujudnya. Bismillah.
Subscribe to:
Posts (Atom)
